Header Ads

ad728
  • Sekilas Berita

    CeesCe Hadiri Blogger Talk

    Setelah mengikuti kegiatan Dialog Komunitas yang digelar oleh Rumpun Pemuda Wajo, Civil Society Community kembali mengikuti kegiatan Blogger Talk "The Power of Internet" yang dilaksanakan oleh Komunitas Blogger Wajo (KBW) di Wood Brin Cafe, Kamis (30/06/2016) kemarin.

    Pada website kabarwajo.com dituliskan bahwa kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai kolaborasi sejumlah komunitas dalam membangun konten lokal untuk lebih memperkenalkan potensi Kabupaten Wajo melalui sejumlah platform media sosial.
     
    Tujuannya sebagai kolaborasi membangun konten lokal yang diikuti beberapa komunitas, yakni Rumpun Pemuda Wajo, Jalan-jalan Seru (JJS) Wajo, Komunitas Hijaber, Cemara Scout Community, Civil Society Community, dan beberapa komunitas dan blogger lainnya.

    Diskusi seputar internet dan IT yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama tersebut menghadirkan pembicara Andi Rahmat Munawar (Founder Sempugi), Andi Agus Salim (Founder Komunitas Blogger Wajo), dan moderator Adi Pallawalino (Blogger Kompasiana Makassar/Founder KABARWAJO.com)

    Dalam diskusi tersebut, terkuak fakta bahwa Era internet, ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi, kekuatan internet telah memudahkan penyebaran informasi dan pengetahuan serta memberi potensi penghasilan yang tak terbatas. Hanya saja, di sisi lain perkembangan internet juga banyak disalahgunakan untuk hal-hal negatif, termasuk tindak cyber crime, penipuan, dan penyebaran konten-konten pornografi yang dengan mudahnya bisa diakses. Era teknologi informasi ini juga setidaknya berpeluang menggerus budaya lokal. Interaksi dunia maya tanpa batas, tak lagi memberi sekat-sekat antar negara. Massifnya pengaruh budaya global ini pun dikhawatirkan membuat generasi muda untuk tidak lagi peduli terhadap kesenian dan kebudayaan lokal.

    Menanggapi hal tersebut, Founder Sempugi Andi Rahmat Munawar menilai kemajuan teknologi seharusnya juga bisa menjadi wadah dalam melestarikan budaya dan kesenian tradisional. Melalui situs www.sempugi.org, ia mencoba mengangkat kembali kecintaan terhadap budaya dan kesenian lokal.

    “Kita selalu menganggap era internet menjadi ancaman bagi eksistensi kesenian dan budaya lokal. Tetapi mengapa kita tidak berpikir internet itu sebagai wadah untuk mengangkat budaya kita,” kata Andi Rahmat.

    Menurutnya, Sempugi yang awalnya hanya sebuah grup diskusi seputar seni dan budaya Sulawesi di facebook kemudian melakukan aksi nyata untuk kembali mengangkat budaya dan kesenian tradisional yang hampir punah.

    “Pertengahan tahun 2014, Sempugi kemudian mendapatkan dana hibah dari Cipta Media Seluler (CMS) untuk mendokumentasikan lagu-lagu tradisional yang nyaris punah serta atraksi-atraksi budaya yang mulai jarang dilakukan,” ujarnya.

    Dana hibah tersebut juga digunakan dengan melakukan lomba foto dan atraksi budaya tradisional, melakukan aransemen ulang lagu-lagu tradisional yang bisa menjadi ringtone, serta petuah-petuah bijak lokal yang bisa diunduh secara gratis di situs Sempugi. Di samping itu, kata dia, Sempugi juga ikut berpartisipasi pada sejumlah kegiatan adat yang dilakukan di Sulawesi Selatan.

    Diskusi Blogger Talk Komunitas Blogger Wajo yang dilakukan dengan konsep ngabuburit ini pun diharapkan menjadi titik awal mengangkat budaya Wajo melalui kolaborasi beberapa konten lokal.

    (Sumber Berita: http://kabarwajo.com)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728